Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Markas Besar Polri mengklaim memiliki hasil positif terkait kasus paket bom yang terjadi belakangan ini. Namun, Polri belum bisa menyampaikan hasil ini kepada masyarakat dengan dalih menggangu penyelidikan yang dilakukan anggotanya di lapangan.
"Densus 88 ada perkembangan positif, tapi kontraproduktif kalau dijelaskan. Kami tidak ingin ada kepanikan kepada masyarakat," ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar (Kombes) Pol. Boy Rafli Amar saat ditemui di Gedung Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/3).
Selain itu, Boy menambahkan, penyidik telah memiliki hasil laboratorium terkait bahan peledak tersebut. Hasilnya sendiri, memiliki kemiripan dengan kejadian-kejadian bom yang telah lama terjadi di Tanah Air. "Hasil penyidikan belum bisa dipublikasikan, hasil sementara ada sedikit kemiripan dengan beberapa bom dengan daerah konflik. Kita punya data base bom yang pernah meledak di Tanah Air," kata Boy.
Boy juga mengatakan, Polri telah menyebar sketsa kurir yang telah diidentifikasi tim penyidik kepada masyarakat agar mengenali wajah kurir tersebut. "Penyampaian sketsa sudah dilakukan ke masyarakat," tandas mantan Kepala Kepolisian Kota Besar Padang, Sumatra Barat, ini.
Sementara menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Kombes Pol. Baharuddin Djafar, untuk memperkecil ruang gerak kurir tersebut, jajaran Polda Metro melakukan razia-razia di wilayah DKI Jakarta. "Kita gelar razia di tempat-tempat tertentu. Razia tergantung dari polres-polres. Selain itu, sketsa juga disebarin saat razia agar dikenali masyarakat," ucap Baharuddin di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta.
Pelaku Terlacak
Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Negara Republik Indonesia Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, saat ini kurir pengirim paket bom buku sudah terlacak. "Kurir pengirim paket bom buku di beberapa tempat di Jakarta telah terlacak," katanya di Jakarta, Selasa (22/3).
Boy mengatakan, dalam waktu yang tidak lama lagi pelaku teror bom ini akan terungkap. "Ada perkembangan yang sementara postitif," katanya. Boy mengatakan, saat ini polisi tidak bisa banyak mengekspos hasil penyelidikan, karena dikhawatirkan mengganggu pengungkapan kasus.
Sebelumnya, pria tidak dikenal mengirimkan paket bungkusan buku yang berisi bom pada tiga lokasi yang berbeda pada Selasa pekan lalu. Pengiriman paket bom ditujukan kepada pimpinan Komunitas Utan Kayu Ulil Abshar Abdalla, Kepala Badan Narkotika Nasional Gories Mere, dan tokoh Pemuda Pancasila, Yapto S. Soeryosumarno., dan musisi Ahmad Dhani.
Sketsa
Belum terungkapnya dalang pelaku teror bom masih menjadi pekerjaan rumah aparat keamanan dan intelijen. Teror yang bermula dari sebuah paket bom buku yang ditujukan pada aktivis Jaringan Islam Liberal belakangan justru menyebar menjadi teror paket di berbagai kota. Jika dibiarkan, keresahan di masyarakat akan memuncak.
Dalam pertemuan dengan anggota Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (22/3), yang membahas koordinasi intelijen dan Rancangan Undang-undang Intelijen terkait penyadapan, Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto mengaku menemui sejumlah kendala. Namun demikian, Sutanto menegaskan bahwa BIN terus bekerja dan melacak, termasuk kemungkinan pelaku adalah pemain lama.
Jumat pekan lalu Mabes Polri merilis sketsa wajah pengirim bom buku di Utan Kayu, Jakarta. Sketsa wajah didapat dari hasil pemeriksaan saksi. Laki-laki yang diperkirakan berusia 30 tahun dengan tinggi 165 sentimeter dan ukuran tubuh sedang. Hingga kini polisi masih terus mendalami keterangan saksi di lokasi lokasi kejadian untuk menyempurnakan beberapa sketsa wajah orang yang diduga terlibat.(ADO)
Bali Resah
Giliran Kota Denpasar, Bali, yang dilanda isu teror bom. Benda yang diduga bom itu ditemukan di sebuah kendaraan Toyota Avanza, Selasa (22/3). Sebelumnya mobil ini dihentikan polisi lantaran menyerobot beberapa lampu merah di kawasan Renon, Denpasar. Saat diperiksa, petugas melihat banyak kardus di bagasi belakang yang berisi rangkaian kabel.
Polisi makin curiga karena nomor polisi di bagian depan dan belakang mobil berbeda. Nomor pelat depan DK 1921 XQ, sedangkang nomor pelat belakang DK 1291 XQ. Saat itu pula polisi meminta warga Jalan Diponegoro, Denpasar, untuk meninggalkan rumah dan toko mereka guna menghindari hal yang tak diinginkan.
Setelah memeriksa seluruh kardus dengan seksama, tim Gegana memutuskan membawa isi bagasi mobil ke Mako Brimob untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi tidak melakukan peledakan di lokasi lantaran jumlah barang yang mencurigakan begitu banyak sehingga sangat berbahaya bila diledakkan di lokasi. Sejauh ini belum ada penjelasan dari Polda Bali tentang isi kardus-kardus itu.
Pada waktu bersamaan, tim Gegana Polda Bali meledakkan sebuah paket mencurigakan yang tersimpan dalam plastik di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar. Namun, sedemikian jauh belum dipastikan juga isi paket itu benar-bear bahan bom atau hanya benda yang tidak membahayakan.(Tim)
"Densus 88 ada perkembangan positif, tapi kontraproduktif kalau dijelaskan. Kami tidak ingin ada kepanikan kepada masyarakat," ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar (Kombes) Pol. Boy Rafli Amar saat ditemui di Gedung Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/3).
Selain itu, Boy menambahkan, penyidik telah memiliki hasil laboratorium terkait bahan peledak tersebut. Hasilnya sendiri, memiliki kemiripan dengan kejadian-kejadian bom yang telah lama terjadi di Tanah Air. "Hasil penyidikan belum bisa dipublikasikan, hasil sementara ada sedikit kemiripan dengan beberapa bom dengan daerah konflik. Kita punya data base bom yang pernah meledak di Tanah Air," kata Boy.
Boy juga mengatakan, Polri telah menyebar sketsa kurir yang telah diidentifikasi tim penyidik kepada masyarakat agar mengenali wajah kurir tersebut. "Penyampaian sketsa sudah dilakukan ke masyarakat," tandas mantan Kepala Kepolisian Kota Besar Padang, Sumatra Barat, ini.
Sementara menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Kombes Pol. Baharuddin Djafar, untuk memperkecil ruang gerak kurir tersebut, jajaran Polda Metro melakukan razia-razia di wilayah DKI Jakarta. "Kita gelar razia di tempat-tempat tertentu. Razia tergantung dari polres-polres. Selain itu, sketsa juga disebarin saat razia agar dikenali masyarakat," ucap Baharuddin di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta.
Pelaku Terlacak
Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Negara Republik Indonesia Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, saat ini kurir pengirim paket bom buku sudah terlacak. "Kurir pengirim paket bom buku di beberapa tempat di Jakarta telah terlacak," katanya di Jakarta, Selasa (22/3).
Boy mengatakan, dalam waktu yang tidak lama lagi pelaku teror bom ini akan terungkap. "Ada perkembangan yang sementara postitif," katanya. Boy mengatakan, saat ini polisi tidak bisa banyak mengekspos hasil penyelidikan, karena dikhawatirkan mengganggu pengungkapan kasus.
Sebelumnya, pria tidak dikenal mengirimkan paket bungkusan buku yang berisi bom pada tiga lokasi yang berbeda pada Selasa pekan lalu. Pengiriman paket bom ditujukan kepada pimpinan Komunitas Utan Kayu Ulil Abshar Abdalla, Kepala Badan Narkotika Nasional Gories Mere, dan tokoh Pemuda Pancasila, Yapto S. Soeryosumarno., dan musisi Ahmad Dhani.
Sketsa
Belum terungkapnya dalang pelaku teror bom masih menjadi pekerjaan rumah aparat keamanan dan intelijen. Teror yang bermula dari sebuah paket bom buku yang ditujukan pada aktivis Jaringan Islam Liberal belakangan justru menyebar menjadi teror paket di berbagai kota. Jika dibiarkan, keresahan di masyarakat akan memuncak.
Dalam pertemuan dengan anggota Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (22/3), yang membahas koordinasi intelijen dan Rancangan Undang-undang Intelijen terkait penyadapan, Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto mengaku menemui sejumlah kendala. Namun demikian, Sutanto menegaskan bahwa BIN terus bekerja dan melacak, termasuk kemungkinan pelaku adalah pemain lama.
Jumat pekan lalu Mabes Polri merilis sketsa wajah pengirim bom buku di Utan Kayu, Jakarta. Sketsa wajah didapat dari hasil pemeriksaan saksi. Laki-laki yang diperkirakan berusia 30 tahun dengan tinggi 165 sentimeter dan ukuran tubuh sedang. Hingga kini polisi masih terus mendalami keterangan saksi di lokasi lokasi kejadian untuk menyempurnakan beberapa sketsa wajah orang yang diduga terlibat.(ADO)
Bali Resah
Giliran Kota Denpasar, Bali, yang dilanda isu teror bom. Benda yang diduga bom itu ditemukan di sebuah kendaraan Toyota Avanza, Selasa (22/3). Sebelumnya mobil ini dihentikan polisi lantaran menyerobot beberapa lampu merah di kawasan Renon, Denpasar. Saat diperiksa, petugas melihat banyak kardus di bagasi belakang yang berisi rangkaian kabel.
Polisi makin curiga karena nomor polisi di bagian depan dan belakang mobil berbeda. Nomor pelat depan DK 1921 XQ, sedangkang nomor pelat belakang DK 1291 XQ. Saat itu pula polisi meminta warga Jalan Diponegoro, Denpasar, untuk meninggalkan rumah dan toko mereka guna menghindari hal yang tak diinginkan.
Setelah memeriksa seluruh kardus dengan seksama, tim Gegana memutuskan membawa isi bagasi mobil ke Mako Brimob untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi tidak melakukan peledakan di lokasi lantaran jumlah barang yang mencurigakan begitu banyak sehingga sangat berbahaya bila diledakkan di lokasi. Sejauh ini belum ada penjelasan dari Polda Bali tentang isi kardus-kardus itu.
Pada waktu bersamaan, tim Gegana Polda Bali meledakkan sebuah paket mencurigakan yang tersimpan dalam plastik di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar. Namun, sedemikian jauh belum dipastikan juga isi paket itu benar-bear bahan bom atau hanya benda yang tidak membahayakan.(Tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar