Selasa, 10 Mei 2011

INFO CILEGON


DSDAP Banten Ke,bali Diunjuk Rasa


            Kali ini, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Penyelamat Uang Rakyat (Perak) yakni Jaringan Pemuda Peduli Pembangunan Banten (JP3B) dan Kajian Realitas (Karat) berunjukrasa di depan Kantor Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman (DSDAP) Provinsi Banten, mereka meminta kepada DSDAP untuk menyelesaikan proyek rehabilitasi/pemeliharaan/jaringan irigasi dan mengembalikan dana pengawasan teknis kegiatan rehabilitasi, Proyek ini dianggap gagal, Senin (2/5).
Dalam unjukrasa di depan Kantor DSDAP memakan waktu 5 jam, mulai dari jam 10.00-15.00 WIB. Dalam menyampaikan orasinya bergantian, berjalan dengan tertib tidak meninbulkan anarkis. Mereka menyampaikan apa yang menjadi tuntutannya.
”kami datang ke sini, untuk meminta kepada Kepala DSDAP untuk melihat bersama-sama datang ke lokasi irigasi di 13 titik, kami menduga telah terjadi penyelewengan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan/jaringan irigasi” , kata Ketua Direktur Karat Adung, usai orasi.  
Menurut Adung irigasi yang dibangun di 13 titik yang berasal dari APBD Provinsi Banten tahun 2010 sebesar 18,5 milyar yaitu Ciwaka Bawah, Cisangu Atas, Cisangu Bawah, Ciwuni, Cipari, Cilemer, Cilangkahan Atas, Cilangkahan Bawah, Pasir Eurih, Cikoneng, Pelabuhan Lebak dan Cicinta. 
 Adung menilai dalam kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan/jaringan irigasi di 13 titik memang telah terserap anggarannya 100 persen. Namun, dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan tidak mencapai 100 persen, kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan /jaringan irigasi di 13 titik sekarang kondisinya sudah hancur lagi. Dia mencontohkan ”yang lebih parah kerusakannya seperti irigasi di Cisangu atas dan bawah, Cilemer dan Cilangkahan, kerusakannya mencapai 60 persen, kerusakan tersebut akibat pekerjaan yang tidak profesional”, terang adung.
Adung juga mengkritisi anggaran pengawasan teknis kegiatan rehabilitasi sebesar Rp. 450 juta yang seharusnya dana pengawasan diberikan untuk mengawasi jalannya kegiatan yang sedang dilakukan, tapi kenyatan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada satu pejabat pun yang ikut mengawasi dilapangan sehingga untuk apa  diadakan dana pengawasan yang jumlahnya cukup besar  ?.     
Media Suara Indonesia mengkonfirmasikan ke Kepala DSDAP Provinsi Banten dan pejabat yang terkait tidak ada satu pejabat pun yang berada di kantor. Menurut informasi dari Satpan DSDAP, kepala dinas dan stafnya sedang ada rapat di Hotel Istana Nelayan Tangerang. (Hendro)