Menjaga persatuan Indonesia dalam perspektif tradisi budaya diantara kerukunan umat beragama dan sekulerisme asing tidak pernah lepas dari berbagai masalah, baik sosial, politik, ekonomi dan agama. Permasalahan yang ada selalu kompleks dan berujung dengan tindakan anarkis dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam hal-hal tertentu.
Menyikapi permasalahan yang ada, Ketua Umum Majelis Tao Indonesia, Taosu Agung Kusumo mengatakan, bahwa Indonesia sekarang ini kurang baik. Kalau tidak hati-hati negara ini akan hancur, karena banyak campur tangan asing yang masuk ke Indonesia. Sebagai orang timur, persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Indonesia sangat baik, namun banyaknya masalah yang terjadi baik politik, ekonomi, sosial, agama dan lainnya yang tidak kunjung selesai, saya melihatnya bisa bahaya. Pemerintah harus segera ambil tindakan positif dan menjalankannya dengan benar, kalau tidak bangsa kita akan menjadi susah persis seperti jaman penjajahan.
“Saya melihat dari sejarah Tiongkok yang pecah hingga delapan negara lalu menjadi enam negara, tiga negara dan akhirnya tinggal dua negara. Itu semua karena rajanya kurang memperhatikan rakyat, dan hanya mementingkan dirinya masing-masing,” tukas Taosu Kusumo.
Menurut Taosu Kusumo budaya, tradisi dan kerukunan beragama Indonesia harus dipelihara untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Tradisi masyarakat timur adalah menghargai dan bakti kepada orang tua, belajar tentang masalah ketuhanan dalam beragama dan toleransi antar masyarakat.
Dengan masuknya budaya asing semua jadi berkurang. Masyarakat Indonesia khususnya generasi muda harus mendapat pembinaan dan pembelajaran kembali supaya mengerti tujuan yang akan dijalankan. Kembali ke tradisi dan kepercayaan agamanya masing-masing jangan pernah ikut-ikutan budaya asing karena tidak sesuai dengan tradisi budaya Indonesia.
Taosu menambahkan tentang pentingnya menjaga tradisi budaya, pendidikan moral agama, bahasa, pikiran secara bersama-sama dalam mendukung negara agar bisa lebih maju seperti negara lain, masalah kerukunan beragama yang paling penting pemerintah jangan mencampur adukan dengan hal lain. Untuk memperkokoh bangsa Indonesia dalam aspek sosial, budaya dan agama, semua dikembalikan kepada pemimpin bangsa yang bertindak positif dalam mensejahterakan rakyatnya, karena menjadi pemimpin tidak semudah membalik telapak tangan. Semua sudah digariskan, di atas langit sudah ada bintang, baru bisa menjadi presiden atau raja, katanya.
“Sebagai masyarakat Indonesia ada tiga hal yang harus dijaga. Pertama jangan melanggar hukum Tuhan atau agama kita bisa mati, jangan melanggar hukum adat nanti bisa kualat dan jangan melanggar hukum negara kita bisa dipenjara. Cintailah bangsa dan negara jangan hanya cinta rupiah dan dollar semata,” himbau Taosu Agung Kusumo. (ad)
Menyikapi permasalahan yang ada, Ketua Umum Majelis Tao Indonesia, Taosu Agung Kusumo mengatakan, bahwa Indonesia sekarang ini kurang baik. Kalau tidak hati-hati negara ini akan hancur, karena banyak campur tangan asing yang masuk ke Indonesia. Sebagai orang timur, persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Indonesia sangat baik, namun banyaknya masalah yang terjadi baik politik, ekonomi, sosial, agama dan lainnya yang tidak kunjung selesai, saya melihatnya bisa bahaya. Pemerintah harus segera ambil tindakan positif dan menjalankannya dengan benar, kalau tidak bangsa kita akan menjadi susah persis seperti jaman penjajahan.
“Saya melihat dari sejarah Tiongkok yang pecah hingga delapan negara lalu menjadi enam negara, tiga negara dan akhirnya tinggal dua negara. Itu semua karena rajanya kurang memperhatikan rakyat, dan hanya mementingkan dirinya masing-masing,” tukas Taosu Kusumo.
Menurut Taosu Kusumo budaya, tradisi dan kerukunan beragama Indonesia harus dipelihara untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Tradisi masyarakat timur adalah menghargai dan bakti kepada orang tua, belajar tentang masalah ketuhanan dalam beragama dan toleransi antar masyarakat.
Dengan masuknya budaya asing semua jadi berkurang. Masyarakat Indonesia khususnya generasi muda harus mendapat pembinaan dan pembelajaran kembali supaya mengerti tujuan yang akan dijalankan. Kembali ke tradisi dan kepercayaan agamanya masing-masing jangan pernah ikut-ikutan budaya asing karena tidak sesuai dengan tradisi budaya Indonesia.
Taosu menambahkan tentang pentingnya menjaga tradisi budaya, pendidikan moral agama, bahasa, pikiran secara bersama-sama dalam mendukung negara agar bisa lebih maju seperti negara lain, masalah kerukunan beragama yang paling penting pemerintah jangan mencampur adukan dengan hal lain. Untuk memperkokoh bangsa Indonesia dalam aspek sosial, budaya dan agama, semua dikembalikan kepada pemimpin bangsa yang bertindak positif dalam mensejahterakan rakyatnya, karena menjadi pemimpin tidak semudah membalik telapak tangan. Semua sudah digariskan, di atas langit sudah ada bintang, baru bisa menjadi presiden atau raja, katanya.
“Sebagai masyarakat Indonesia ada tiga hal yang harus dijaga. Pertama jangan melanggar hukum Tuhan atau agama kita bisa mati, jangan melanggar hukum adat nanti bisa kualat dan jangan melanggar hukum negara kita bisa dipenjara. Cintailah bangsa dan negara jangan hanya cinta rupiah dan dollar semata,” himbau Taosu Agung Kusumo. (ad)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar