Banten, Tujuan Investasi dan Wisata
Provinsi Banten merupakan provinsi ke-30 di Indonesia. Provinsi ini terbentuk pada tanggal 4 Oktober 2.000 pemekaran dari Provinsi Jawa Barat, dengan luas wilayah sebesar 8.794,01 kilometerpersegi dan jumlah penduduk berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, sebanyak 10.644.030 orang.
Meski berusia muda, berbagai kemajuan telah dicapai Provinsi, yang terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Banten meningkat menjadi 70,06 pada tahun 2009, yang berada di atas rata-rata nasional. Padahal, pada awal berdiri IPM Banten hanya mencapai 67,20. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Provinsi Banten tahun 2010 juga berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,64%.
Pada bidang investasi Provinsi Banten juga mulai menjadi daerah tujuan. Realisasi Investasi pena-naman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri di Provinsi Banten menduduki peringkat ketiga secara nasional tahun 2009 setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan jumlah proyek sebanyak 92 dan nilai proyek sebesar Rp1.412 triliun rupiah. Sedangkan tahun 2010 lalu, Banten menduduki peringkat pertama tujuan investasi domestik atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai Rp 0,4 triliun.
Mengalirnya investasi ke Banten, tidak terlepas dari dukungan dukungan infrastruktur yang sangat baik. Provinsi Banten merupakan pintu gerbang masuknya investasi ke Indonesia, yaitu tersedianya Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Jalan Bebas Hambatan Jakarta - Merak, Jaringan Jalan Kereta Api Jakarta - Rankasbitung - Merak dan yang terbaru dan sedang dibangun adalah Pelabuhan Bojonegara. Untuk pasokan tenaga listrik, Banten didukung oleh jaringan distribusi interkoneksi Jawa - Bali dengan salah satu pembangkit utamanya yaitu yang berada di Suralaya yang berada di Cilegon. Selain itu juga terdapat pembangkit yang juga dijual untuk publik yang dimiliki oleh PT. Krakatau Daya Listrik (KDL), anak perusahaan dari PT. Krakatau Steel (KS).
Sedangkan untuk sektor industri telah tersedia 17 (tujuh belas) Kawasan Industri yang tersebar di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Untuk kepentingan lalu lintas barang ke luar negeri, tersedia lebih dari 20 pelabuhan, baik umum maupun dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS).
Pemerintah Provinsi Banten, terus menggelorakan aliran investasi ke Banten. Gubernur Banten, Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE, dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan, pihaknya berupaya terus menarik investor untuk menanamkan modalnya. “Dengan meningkatnya jumlah investasi di Banten maka diharapkan akan terjadi si-multa-neous effect ke berbagai sektor, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Banten,” kata Gubernur.
Provinsi Banten yang terkenal dengan kawasan industrinya saat ini masih menyimpan sejumlah peluang dan potensi yang belum digarap. Potensi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan, hingga kini belum dikelola secara baik. Dibutuhkan, sentuhan tangan profesional untuk mengelolanya sehingga memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi.
Provinsi Banten sebagian besar wilayahnya daerah pertanian sebesar 871.943 hektare (ha). Itu terdiri atas sawah seluas 196.589 ha (22,55 persen) dan lahan kering 675.354 ha (77,45 persen). Sebesar 25% penduduk bermata pencarian sebagai petani.
Komoditas pertanian masih didominasi padi dan palawija seperti kacang, jagung, kedelai, cabai, dan bawang, yang saat ini masih diproduksi untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan konsumsi daerah sekitarnya. Komoditas yang berpontensi dikembangkan sebagai peluang usaha yang memiliki prospek investasi adalah kacang dan jagung, ujarnya.
Pada bidang perkebunan, Provinsi Banten memiliki luas hutan dan perkebunan 386.865 ha, yang terdiri atas kawasan hutan seluas 206.851 ha dan perkebunan 180.014 ha. Untuk kawasan hutan meliputi hutan produksi seluas 72.295 ha, hutan lindung seluas 9.486 ha, dan hutan konservasi seluas 123.905 ha. Tanaman hutan produksi meliputi pohon jati, meranti, albasiah, dan mahoni. Sedangkan, tanaman perkebunan yang telah berkembang dengan baik adalah kelapa sawit, kelapa, karet, lada, kopi, kakao, cengkih, melinjo, dan aren. Komoditas perkebunan yang menjadi andalan daerah dan berpotensi dikembangkan dalam skala besar sebagai peluang usaha yang memiliki prospek, adalah kelapa, sawit, kakao, dan karet.
Di bidang kelautan dan perikanan, Banten memiliki garis pantai 517 kilometer (km) dengan wilayah perairan laut seluas 11.500 km2, yang meliputi wilayah Laut Jawa, Selat Sunda dan Samudera Indonesia. Penduduk Banten yang sehari-harinya bermata pencarian sebagai nelayan 51.824 orang.
Potensi perikanan terdiri atas perikanan budi daya air laut, perikanan tambak, keramba, jaring apung, perikanan air tawar, dan perikanan tangkap. Produksi perikanan laut antara lain ikan bawal, pari, cucut, tuna, kerapu, kakap, selar, kuwe, beloso, tongkol, sotong, keripang, cakalang, dan udang. Sedangkan ikan budi daya, meliputi ikan bandeng, udang, kepiting, kerang hijau, gurame, mas, mujair, dan lele.
Untuk memenuhi kepentingan prasarana bongkar muat dan transaksi jual beli perikanan tersedia tempat pelelangan ikan (TPI) 24 lokasi dan pangkalan pendaratan ikan (PPI) tiga lokasi, yakni di Binuangen dan Labuan Kabupaten Pandeglang dan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Komoditas perikanan yang menjadi andalan dan berpotensi dikembangkan dalam skala besar sebagai peluang usaha yang memiliki prospek investasi antara lain ikan kerapu, udang, kerang hijau, bandeng, dan rumput laut.
Di bidang pertambangan, Provinsi Banten memiliki emas, perak, batu bara, zeolit, bentonit, feldspar, pasir kuarsa, batu kapur, andesit, diorit, dan kaolin. Potensi pertambangan tersebut berada di Banten selatan, yaitu di Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang.
Potensi pertambangan yang telah dieksploitasi adalah tambang emas di daerah Cikotok, Cirotan, Cikidang, dan Cibaliung, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Masih dalam tahap pengkajian, adalah di Gunung Ciawitali, Gunung Bongkok, dan Cigeulis. Untuk jenis tambang batu bara, terdapat potensi besar, yakni di Kabupaten Lebak pada lokasi di Kecamatan Bojong Manik, Cimayang, Cisimeut, Cipanunggulan, Cisawarna, Cisiih, Cihara-Cibadas, Bayah, Penggarangan dengan perkiraan deposit sebesar 34.750.000 ton.
Selain bahan galian tambang tersebut, terdapat potensi minyak bumi yang berada di wilayah Blok Ujung Kulon, sedangkan potensi energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan sebagai energi pembangkit listrik berada di Gunung Karang dan air panas bersuhu 84-92 derajat Celcius dan uap air bersuhu 94 derajat Celcius di Cidanau suhu mata air mencapai 84 derajat Celcius sampai 90 derajat Celcius, dan di Pulo Sari uap air mencapai 121 derajat Celcius, dengan kedalaman kurang lebih 25 km dan kapasitas cadangan energi cukup besar.
Bahan galian tambang yang menjadi andalan daerah dan berpotensi dikembangkan dalam skala besar sebagai peluang usaha yang memiliki prospek investasi, adalah emas, batu bara, minyak bumi, pasir kuarsa, zeolit, bentonit, feldspal, dan batu kapur.
Berbagai upaya dilakukan Pemprov Banten. Secara rutin Banten melakukan temu investor. Investor biasanya meminta jaminan keamanan. Oleh karena itu, aparatur Pemprov Banten menguatkan komitmen dalam memberikan keamanan bagi investor. Provinsi Banten berada di bawah dua wilayah kepolisian, yaitu Polda Metro dan Polda Banten. Wilayah militer juga ditangani Siliwangi di daerah Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, dan Kodam Jaya yang menangani Kabupaten dan Kota Tangerang. Juga ada Kopassus.
Menjalin networking merupakan hal yang harus dibangun antara Pemerintah Daerah dengan stakeholder melalui proses komunikasi dan koordinasi yang baik. Tanpa stakeholder, tidak bisa berbuat. Bagaimana mungkin membangun Banten tanpa pengusaha? Harus ada sinergi positif. Oleh karena itu, mengajak kepada pengusaha yang telah berada di Banten agar mencintai Banten dengan menyumbangkan kontribusinya.
Begitu juga dengan perpajakan. Kebijakan pemberian insentif pajak tertentu diberikan bagi investasi berbasis sumber daya lokal dan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal. Saat ini Banten dalam proses pembentukan pelayanan perijinan terpadu satu pintu (one stop service) pada setiap kabupaten dan kota dengan tujuan memudahkan pelayanan dan mempercepat proses pemberian perizinan dan memberikan transparansi dalam pengurusan perizinan. Selain itu juga akan dilakukan peninjauan terhadap beberapa peraturan daerah yang masih dirasakan belum pro-investasi.
Selain itu, rehabilitasi dan pengembangan infrastruktur strategis secara bertahap dan berkelanjutan di bidang prasarana jalan, kereta api, pelabuhan laut, bandar udara, kelistrikan, gas, air baku, dan lain-lain. Banten merencanakan pengembangan kawasan ekonomi khusus di Bojonegara dan di kawasan lainnya yang layak untuk dikembangkan.
Kebijakan lainnya adalah pengembangan cluster industri hulu dan hilir untuk beberapa jenis komoditas seperti petrokimia, industri manufacturing, dan lain-lain.
Ada juga pemberian keringanan perolehan hak atas tanah melalui penetapan batas maksimal nilai obyek pajak yang tidak dikenakan pajak , seperti yang telah diterapkan saat ini, yaitu untuk Kabupaten Serang (Rp 20 juta), Kota Cilegon (Rp 20 juta), Kabupaten Pandeglang (Rp 10 juta), Kabupaten Lebak (Rp 10 juta), Kabupaten Tangerang (Rp 30 juta) dan Kota Tangerang (Rp 30 juta).
Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun yaitu 2007-2012, menargetkan laju pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 8%. Penarikan investasi merupakan salah satu cara untuk mencapai target tersebut. Ada sejumlah peluang investasi yang kami tawarkan. Misalnya di bidang infrastruktur meliputi Pelabuhan Bojonegara, Pelabuhan Penyeberangan Lintas Margagiri-Ketapang, Jalan tol ruas Serpong-Balaraja, tol ruas Cilegon–Bojonegara, Bandar Udara Tanjung Lesung, Kilang Minyak Bojonegara dan Storage BBM, Energi Panas Bumi di Gunung Karang, Pulosari, dan Cidano, serta penyediaan fasilitas docking kapal di Bojonegara. Lalu di bidang pariwisata, yaitu pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung dan Ujung Kulon (Ujung Kulon Tourism Development Centre).
Di bidang agrobisnis meliputi pengembangan Terminal Agri Business Balaraja, pengembangan komoditas jagung dan kacang tanah, industri emping melinjo dan kelapa. Di bidang perikanan meliputi pengembangan budi daya ikan kerapu, kerang, rumput laut, dan budi daya ikan lele.
Kalau di bidang industri meliputi pengembangan industri petrokimia, industri manufaktur, dan pengembangan kawasan ekonomi khusus di Bojonegara. Selanjutnya bidang pertambangan meliputi eksplorasi pertambangan minyak Blok Ujung Kulon (37.064,7 kiloliter), eksplorasi pengembangan Taman Batu di Sajira, Kabupaten Lebak seluas 200 hektare.
Peluang investasi tersebut, beberapa diantaranya sudah berjalan. Misalnya pembangunan Waduk Karian di Lebak yang kini tengah dipersiapkan pembebasan lahannya seluas 1.800 hektare yang siap menampung 207 juta meter kubik air. Nilainya sekitar Rp 3 triliun. Biayanya akan ditanggung bersama antara pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten/kota. Waduk Karian bermanfaat mendukung program revitalisasi pertanian dengan pengairan ke sawah-sawah. Selain itu juga untuk kebutuhan industri dan memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan air bersih. Bahkan, air bersih ini bisa juga untuk memenuhi kebutuhan DKI Jakarta.
Pembangunan tiga PLTU di Labuan, Tangerang, dan Suralaya.
Di samping sudah tersedianya 17 kawasan industri yang lahannya masih bisa dimanfaatkan, akan dibuka dua kawasan baru, yaitu di Gorda dan Kawasan Ekonomi Khusus seluas 5 ribu hektare di depan pelabuhan Bojonegara. Kawasan ini akan mirip di daerah Batam yang bebas pajak. Nantinya kawasan ini dikembangkan untuk industri berorientasi ekspor saja.
Dikunjungi 50 ribu Wisatawan
Banten, terletak 8 derajat di selatan garis katulistiwa, beriklim tropis dengan 2 musim yaitu hujan dan kemarau, dengan suhu udara rata-rata 28 derajat celcius. Bagian selatan Banten merupakan daerah berbukit yang landai, sementara bagian utara merupakan daerah dataran rendah/pantai.
Masyarakat Banten memiliki akar agama yang kuat dengan budaya asli yang masih eksis dalam kehidupan mereka. Agama utama masyarakat Banten adalah Islam, yang tiba di wilayah ini bersamaan dengan tersebarnya agama Islam di wilayah Sumatra dan Sulawesi pada sekitar abad 15. Meski Islam berasal dari Arab, perkembanganya di Banten sangat unik. banyak sekali seniman, artis dan musisi yang berasal dari daerah ini. Sebagian besar masyarakat Banten tinggal di pedesaan-pedesaan yang padat, masing-masing dalam bentuk keluarga besar.
Provinsi Banten merupakan daerah yang memiliki beragam objek wisata. Dengan keragaman itu, maka wisatawan bisa memiliki banyak alternatif untuk berkunjung ke provinsi paling barat pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten, telah teridentifikasi sejumlah 204 objek daerah tujuan wisata (ODTW) yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Banten. Objek wisata tersebut terdiri atas 84 objek wisata alam, 34 objek wisata sejarah dan budaya, 24 objek wisata buatan, 9 objek wisata living culture, dan 48 objek wisata atraksi kesenian.
Untuk objek wisata alam sebagian besar berada di Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak. Sedangkan objek wisata buatan banyak terdapat di Tangerang. Sejumlah wisata andalan yang sudah dikenal luas baik oleh wisatawan dalam maupun luar negeri antara lain Pantai Anyer, Carita, Tanjung Lesung, Wisata Bahari Pulau Umang, Taman Nasional Ujubg Kulon, Wisata Religi Banten Lama, dan keunikan masyarakat tradisional Baduy. Di luar objek wisata yang teridentifikasi, masih banyak pula potensi wisata yang belum tergali atau terekspos ke wisatawan. Ia menyebut antara lain kawasan wisata pantai selatan seperti Pantai Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. menurut dia, Sawarna termasuk wisata minat khusus sebagai tempat olah raga selancar.
Sebagai daerah yang memegang teguh agama Islam, Banten dikenal dengan kehidupan agamanya yang harmonis dan saling toleran satu sama lain. Sehingga, tidak heran, bila di Banten terdapat tujuan wisata religi dari berbagai agama.
Mesjid agung Banten merupakan obyek wisata peninggalan agama Islam. Mesjid ini dibangun oleh Sultan Maulana Yusuf pada tahun 1566. Selain serbagai pusat pengembangan Islam di banten, mesjid ini juga dibangun untuk melengkapi bangunan kesultanan yang ada.
Sementara kuil Cina yang ditemukan di Banten dibangun pada masa-masa awal kesultanan Banten, dan letaknya kurang lebih 50 meter dari benteng Speelwijk. Kuil ini merupakan salah satu kuil tertua di Indonesia.
Sementara itu, obyek wisata alam yang sudah dikenal luas wisatawan mancanegara adalah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan Gunung Krakatau. Taman nasional Ujung Kulon merupakan salah satu daerah konservasi alam dunia yang dicanangkan oleh badan dunia UNESCO (world heritage site). Jika anda memasuki wilayah hutanya yang masih alami, anda masih bisa menjumpai binatang badak bercula satu yang hampir punah. Di tempat ini juga terdapat area penggembalaan kerbau, burung merank dan binatang spesifik lainya. Tempat ini dikelilingi oleh pulai-pulau yang indah di sekitarnya yang sangat cocok untuk olahraga Diving.
Gunung Krakatau berada di tengah-tengah selat Sunda. Gunung ini mudah dicapai dengan speedboat dari anyer maupun carita. Gunung ini terkenal ke seluruh dunia dengan letusanya pada tahun 1883, yang kala itu terdengar hingga australia barat dan kolombo. Bahkan awan panasnya terus keluar selama seminggu kemudian dan mencapai wilayah eropa. Gunung baru yang merupakan anak Krakatau mulai muncul di atas permukaan laut untuk pertamakalinya pada tahun 1928 silam dan masih aktif hingga kini. Anak krakatau terakhir meletus kecil pada akhir tahun 2007.
Banten juga memiliki obyek wisata budaya, Suku Baduy. Masyarakat tradisional baduy terdapat di kabupaten Lebak, tinggal di area seluas kurang lebih 5101 Ha. Suku ini terbagi dua, yaitu Baduy luar dan Baduy dalam. Mereka hidup dengan bersahaja selaras dengan alam dan menghindari kehidupan dunia luar yang modern. Mereka hidup dengan kesederhanaan, sehingga mereka tidak pernah saling iri satu sama lain.
Perkampungan masyarakat Baduy pada umumnya terletak pada daerah aliran sungai Ciujung di Pegunungan Kendeng – Banten Selatan. Letaknya sekitar 172 km sebelah barat ibukota Jakarta; sekitar 65 km sebelah selatan ibukota Provinsi Banten. Masyarakat Baduy ini mengasingkan diri dari dunia luar dan dengan sengaja menolak (tidak terpengaruh) oleh masyarakat lainnya, dengan cara menjadikan daerahnya sebagai tempat suci (di Penembahan Arca Domas) dan keramat. Namun intensitas komunikasi mereka tidak terbatas, yang terjalin harmonis dengan masyarakat luar, melalui kunjungan. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, masyarakat yang memiliki konsep inti kesederhanaan ini belum pernah mengharapkan bantuan dari luar. Mereka mampu secara mandiri dengan cara bercocok tanam dan berladang (ngahuma), menjual hasil kerajinan tangan khas Baduy, seperti Koja dan Jarog (tas yang terbuat dari kulit kayu Teureup); tenunan berupa selendang, baju, celana, ikat kepala, sarung serta golok/parang, juga berburu.
Berbagai obyek wisata Banten tersebut, sudah dikenal luas masyarakat Indonesia dan mancanegara. Pada tahun 2009, jumlah kunjungan wisata ke Banten mencapai 50.058.583 orang. Sebanyak 49.923.971 orang wisatawan domestik dan 134.612 wisatawan mancanegara.
Sedangkan rata-rata menginap mencapai 2,13 hari untuk wisatawan mancanegara dan 1,36 hari untuk wisatawan domestik. Rata-rata lama menginap wisatawan menunjukkan tren naik dari tahu ke tahun. Pada tahun 2007, rata-rata menginap wisatawan hanya mencapai 1,88 hari untuk wisatawan asing dan 1,34 untuk wisatawan domestik. (adv / dro)
PROVINSI BANTEN
Secara geografis wilayah Banten dekat dengan Jawa-Barat dan pulau Sumatra. Banten terletak di antara pulau Sumatra, Jawa-barat dan Jakarta, dengan populasi penduduk mencapai 9.308.344 pada tahun 2005. Sedikit di luar kota ke arah barat terdapat gunung berapi terkenal yaitu gunung Krakatau yang terakhir meletus besar pada tahun 1883.
Terletak 8 derajat di selatan garis katulistiwa, Banten beriklim tropis dengan 2 musim yaitu hujan dan kemarau, dengan suhu udara rata-rata 28 derajat celcius. Bagian selatan banten merupakan daerah berbukit yang landai, sementara bagian utara merupakan daerah dataran rendah / pantai. Hasil utama banten diantaranya pertanian, berkebunan dan industri.
Terletak 8 derajat di selatan garis katulistiwa, Banten beriklim tropis dengan 2 musim yaitu hujan dan kemarau, dengan suhu udara rata-rata 28 derajat celcius. Bagian selatan banten merupakan daerah berbukit yang landai, sementara bagian utara merupakan daerah dataran rendah / pantai. Hasil utama banten diantaranya pertanian, berkebunan dan industri.
Masyarakat Banten memiliki akar agama yang kuat dengan budaya asli yang masih eksis dalam kehidupan mereka. Agama utama masyarakat Banten adalah Islam, yang tiba di wilayah ini bersamaan dengan tersebarnya agama Islam di wilayah Sumatra dan Sulawesi pada sekitar abad 15. Meski Islam berasal dari Arab, perkembanganya di Banten sangat unik. banyak sekali seniman, artis dan musisi yang berasal dari daerah ini. Sebagian besar masyarakat Banten atau sekitar 2.5 juta jiwa tinggal di pedesaan-pedesaan yang padat, masing-masing dalam bentuk keluarga besar.
Daerah tujuan wisata utama di Banten adalah Anyer. Desa kecil yang sunyi berubah menjadi daeraj tujuan wisata karena pantainya yang indah berpasir putih dan adanya sejumlah tempat rekreasi, terutama wisata air seperti, surfing, diving, dll.
Mesjid Agung Banten. Banten dikenal dengan kehidupan agamanya yang harmonis dan saling toleran satu sama lain. Mesjid agung Banten dibangun oleh Sultan Maulana Yusuf pada tahun 1566. Selain serbagai pusat pengembangan Islam di banten, mesjid ini juga dibangun untuk melengkapi bangunan kesultanan yang ada. Sementara kuil Cina yang ditemukan di Banten dibangun pada masa-masa awal kesultanan Banten, dan letaknya kurang lebih 50 meter dari benteng Speelwijk. Kuil ini merupakan salah satu kuil tertua di Indonesia. |
Taman Nasional Ujung Kulon. Taman nasional Ujung Kulon merupakan salah satu daerah konservasi alam dunia yang dicanangkan oleh badan dunia UNESCO (world heritage site). Jika anda memasuki wilayah hutanya yang masih alami, anda masih bisa menjumpai binatang badak bercula satu yang hampir punah. Di tempat ini juga terdapat area penggembalaan kerbau, burung merank dan binatang spesifik lainya. Tempat ini dikelilingi oleh pulai-pulau yang indah di sekitarnya yang sangat cocok untuk olahraga Diving. |
Panorama Gunung Krakatau. Di tengah-tengah selat Sunda terdapat gunung Krakatau yang mudah dicampai dengan speedboat dari anyer maupun carita. Gunung ini terkenal ke seluruh dunia dengan letusanya pada tahun 1883, yang kala itu terdengar hingga australia barat dan kolombo. Bahkan awan panasnya terus keluar selama seminggu kemudian dan mencapai wilayah eropa. Gunung baru yang merupakan anak Krakatau mulai muncul di atas permukaan laut untuk pertamakalinya pada tahun 1928 silam dan masih aktif hingga kini. Anak krakatau terakhir meletus kecil pada akhir tahun 2007. Foto letusan gunung krakatau tahun 2007 |
Anyer - Carita - Tanjung Lesung - Pulau Umang. Pantai anyer, Carita, Tanjung lesung dan pulau Umang yang terletak di daerah Serang dan Pandeglang merupakan tempat yang tenang bagi anda untuk beristirahat. Di tempat ini banyak terdapat hotel berbintang maupun non bintang, penginapan rumahan, restoran ataupun fasilitas lainya guna memenuhi kebutuhan wisatawan. Anda bisa mencoba berbagai olahraga air diantaranya ski air, jet ski, banana boat, kano dan olahraga air faforit lainya. Dua tahun selelah meletusnya gunung Krakatau, sebuah mercusuar baru setinggi 75.5 meter dibangun di pantai Anyer, tepatnya menghadap ke jalan raya sepanjang 1000 Km yang dibangun Deandles pada tahun 1881 silam guna menghubungkan Anyer dan Panarukan. Sementara tanjung lesung dan pulau umang merupakan tempat tujuan wisata pantai lainya yang menarik, yang berada di bagian selatan wilayah ini. |
Pantai Sawarna ( Southern Banten Long Beach). Pantai Ciantir dan pantai karang tanjung layar merupakan daerah tujuan wisata utama desa Sawarna kecamatan Bayah kabupaten Lebak, dengan ombak yang besar dan sangat cocok untuk olahraga selancar. |
Masyarakat Baduy dan Cisungsang. Masyarakat tradisional baduy terdapat di kabupaten Lebak, tinggal di area seluas kurang lebih 5101 Ha. Suku ini terbagi dua, yaitu Baduy luar dan Baduy dalam. Mereka hidup dengan bersahaja selaras dengan alam dan menghindari kehidupan dunia luar yang modern. Mereka hidup dengan kesederhanaan, sehingga mereka tidak pernah saling iri satu sama lain. masyarakat Cisungsang tinggal di area seluas 28 Km2, terletak di kecamatan Cibeber, kabupaten Lebak. Kesenianya yang terkenal adalah : Rengkong, angklung buhun dan Bendrong lesung. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar